Beberapa kesalahan yang mungkin pernah dialami oleh seorang videografer amatir adalah terlalu fokus pada video. Banyak videografer yang awalnya memulai karir sebagai fotografer. Dalam fotografi, fokus utama tentu adalah mengambil gambar yang bagus. Dalam videografi, ada satu unsur selain gambar bergerak yang tidak dimiliki fotografi, yakni perekaman suara. Jangan sampai hal mendasar ini terlupakan saat melakukan video shooting pernikahan. Sebagai sebuah jasa yang dipesan oleh satu pihak klien, kepuasan klien atas hasil karya videografi kita tentu menjadi hal yang paling utama.

Anda sudah memiliki peralatan khusus untuk merekam suara pengantin. Sudah menggunakan mikrofon wireless khusus yang tidak terlihat, eh ternyata video akhir yang dihasilkan tidak sinkron dengan suaranya. Tipe rekaman seperti ini adalah tipe yang paling menganggu. Sangat distracting dan memecah konsentrasi penontonnya. Hal-hal seperti ini bisa disadari langsung oleh klien dan menimbulkan kesan jelek yang mendalam atas karya seorang videografer.

Secara manual, me-sync-kan ulang video shooting pernikahan dan audio-nya sangat mungkin dilakukan. Tapi ini bisa memakan waktu yang tidak sedikit. Dengan mengatur timeline audio dan video agar selaras, hasil yang baik bisa didapat. Tapi, karena berbagai alasan, rekaman suara dan gambar bisa saja tidak selaras lagi tiap satu atau dua menit. Artinya, usaha ini perlu dilakukan berulang-ulang.

Opsi lain adalah menggunakan beberapa software. Ada software yang kemudian mencocokkan gelombang suara dari kamera perekam video dengan gelombang suara dari rekaman audio yang terpisah. Harga software ini tidak murah. Tapi jika dibandingkan dengan waktu yang dihemat, tentu jauh memudahkan dan videografer bisa fokus pada pekerjaan lain.

Tapi penggunaan software tersebut bukan berarti tidak ada hambatan. Saat pengambilan video shooting pernikahan, bisa saja mikrofon kamera menangkap suara-suara yang tidak diinginkan. Misalnya seperti suara angin kencang atau musik latar yang terlalu kencang. Jika perbedaan gelombang suara antara kamera dan mikrofon yang terpisah ini berbeda terlalu jauh, software pun tidak bisa mengenali dan mencocokkan dua gelombang suara yang terlalu berbeda. Ketika ini terjadi, kita kembali ke cara manual.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *