Teknologi informasi saat ini berkembang begitu pesat, hingga mempengaruhi gaya hidup masyarakat dewasa ini. Tidak lepas dari pengaruh perkembangan teknologi informasi, kini dunia pendidikan pun dituntut untuk berubah mengikuti perkembangan yang ada. Tanpa meninggalkan mutu pendidikan yang ditawarkan, beberapa kalangan bekerjasama dengan beberapa institusi mulai membuat online learning yang dapat diakses oleh siapapun dan kapanpun, misalnya e-learning untuk training SDM. Ilmu yang ditawarkan online learning tersebut ada yang ditawarkan secara gratis dan ada pula yang berbayar. Biasanya untuk kursus yang diberikan secara cuma-cuma adalah kursus yang berupa ilmu-ilmu praktis yang dapat diterapkan di hidup sehari-hari, sedangkan kursus yang berbayar biasanya berupa bahan yang lebih advance. Untuk meyakinkan calon peserta didik dalam mengambil kursus tersebut, biasanya penyedia jasa mengikutsertakan akreditasi atau standarisasi tertentu yang sudah diakui atas kursus yang  mereka tawarkan. Sehingga ketika peserta didik lulus dari suatu kursus tertentu, skill baru tersebut bisa diakui di kalangan profesional yang diperkuat dengan munculnya sertifikat.

Munculnya online learning ini tentu mempermudah berbagai kalangan dalam meningkatkan skill yang belum bisa mereka ambil saat menempuh pendidikan di dunia formal, entah karena kesibukan yang lain atau dana yang terbatas. Modal untuk mengikuti online learning terbilang sangat sederhana, yaitu hanya membutuhkan perangkat komputer dan akses internet yang mendukung. Jika harus berbayar pun, biaya yang ditawarkan juga biasanya sangat terjangkau, karena penyedia jasa online learning dapat memangkas biaya infrastruktur seperti bangunan, sarana mengajar, dan buku-buku fisik. Sehingga penyedia jasa hanya perlu fokus dalam membuat konten-konten yang lebih menarik dan bermutu. Kelebihan lain dari online learning adalah materi ajar yang dapat ditonton sendiri oleh peserta didik secara berulang-ulang, sesuai kemampuan atau daya tangkap masing-masing. Sehingga peserta didik dapat mengatur waktunya sendiri tanpa perlu khawatir tertinggal oleh orang lain seperti di kelas-kelas konvensional. Namun harus disadari bahwa e-learning ini menuntut peserta didik untuk mandiri dalam belajar, mandiri dalam menyelesaikan kursus yang diambil, juga mandiri dalam mengatur waktu. Karena guru yang mengajar tidak melakukan pengawasan langsung, melainkan hanya menawarkan ilmu melalui konten-konten yang menarik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *